Uncategorized

Kupas Mitos Kecenderungan Otak Kiri VS Otak Kanan

WHAZZAP…

Setelah sekian lama nyari ide buat bikin postingan baru, akhirnya gue dapet ide yang menurt gue lumayan seru buat dibahas.

Jadi ceritanya kemaren gue lagi ngobrol sama tante gue soal anaknya yang mau masuk SMA. Rencananya dia bakal masukin anaknya ke jurusan IPA. Alasannya dulu anaknya pernah dites orientasi otak kiri sama otak kanan, dan hasilnya anaknya dinyatakan cenderung otak kiri(left brained). Gue pun langsung ngangkat alis setelah gue denger alasan tante gue itu.

Hmmm…

Apa bener semua orang di dunia ini bisa dikasifikasikan menjadi left brained people and right brained people?

Banyak orang yang mendeskripsikan kalo left brained people itu cenderung jago dalam hal yang berbau eksak kayak matematika, fisika, kimia, logic dll. Sedangkan right brained people dianggap berpotensi dalam hal-hal yang berbau seni atau sosial.

Sekarang, gue bakalan Kupas Mitos Kecenderungan Otak Kiri VS Otak Kanan secara singkat, biar lo semua gak kemakan sama omongan orang.

Darimana Sih Datangnya Teori Left-Brain and Right-Brain Orientation ini?

Teori ini sebenernya merupakan miskonsepsi dari hasil penelitian Roger W. Sperry. Dia ngelakuin penelitian tentang penyakit epilepsi (kejang-kejang) dengan cara memotong corpus callosum (semacam penghubung antara kedua belahan otak) dari pasiennya. Meskipun penelitiannya ini bisa dibilang berhasil, tapi ada gelaja lain yang ditimbulkan pasiennya setelah corpus callosumnya dipotong.

Ketika mereka diberikan stimulus, kedua belahan otak mereka memberikan respon yang berbeda. Ambil lah contoh, misal mereka ditanya “Lo cita-citanya mau jadi apa?” otak kiri mereka jawab pengen jadi dokter, sedangkan otak kanannya jawab pengen jadi pelukis (what a terrible instance -_-).

Nah, dari situ si Roger menyimpulkan bahwa kedua otak mempunyai fungsi yang berbeda. Pendapat ini juga diperkuat sama penemuan temennya, kalo orang yang otak kirinya rusak mereka ngalamin Aphasia dimana mereka gak bisa nyebutin nama suatu benda tapi mereka bisa menggambarkan bentuk, struktur, dan warna benda itu.

Dari situ munculah berbagai miskonsepsi tentang otak kiri dan otak kanan. Banyak orang yang bilang kalo insinyur, dokter, ahli bahasa itu cenderung make otak kiri. Sedangkan orang-orang yang seneng gambar, atau yang kerjanya di bidang visual itu cenderung make otak kanan.

“Lah terus kenapa? Kan gak menyimpang dari hasil penelitiannya ini.”

Jangan salah bro, bayak banget dampak negatif yang ditimbulin dari miskonsepsi ini. Contohnya kayak tante gue itu, kalo misalnya dia ngikutin hasil tesnya itu, bisa jadi anaknya salah jurusan.

Contoh lainnya, orang-orang cenderung memandang sains dengan sosial atau seni itu bertolak belakang.

“Sosial itu gak kayak sains yang dari A ke B”

“kalo ngelukis jangan pake logika.”

Parah kan?

Meskipun otak kiri sama otak kanan punya fungsi spesifiknya masing-masing, tapi dalam prakteknya mereka bekerja bersama-sama.

Saintis yg lagi ngitung kurva kecepatan maksimum enzyme emang make otak kiri buat ngitung konsentrasi enzim, tapi otak kanan juga berperan buat ngamatin data di grafik. Begitu juga dengan pelukis. Mereka make otak kanan buat bayangin warna dan bentuk, tapi dia juga make otak bagian kiri buat koordinasi gerakan nyapu kuas di kanvas.

Udah jelas kan kenapa kita gak boleh mengklasifikasikan manusia menjadi left brained people and right brained people?

Disinilah pentingnya berpikir kritis. Selain itu juga mesti didukung dengan fakta yang akurat. JANGAN ASAL PERCAYA!

Oke deh sekian dulu tulisan gue kali ini, semoga bermanfat. Jangan bosen buat nongkrong di atmesfermuda.com karena kita bakalan update artikel yang keren setiap harinya.

Ini artikel terbaru yang udah kita bikin. So, check this out :

Seperti biasa kalo lo suka tulisan ini dan ngerasa orang lain juga perlu tau, silahkan share ke temen-temen lo. Terus kalo mau request atau tanya-tanya, coret-coret aja di bawah ya.

3 thoughts on “Kupas Mitos Kecenderungan Otak Kiri VS Otak Kanan”

  1. Ooo ternyata begitu to ziz.. Baru tau.
    Tapi sebenernya ada kecenderungan bagian mana yang kerjanya paling dominan ga si?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *