Nakal Aja Dulu, Sukses Ada Waktunya. Yakin?
Edukasi Gaya Hidup Inspiratif

Nakal Aja Dulu, Sukses Ada Waktunya. Yakin?

Nakal Aja Dulu, Sukses Ada Waktunya. Yakin?

Nakal Aja Dulu, Sukses Ada Waktunya. Yakin? – Hello Fellas! Kali ini gue akan membahas hal yang berbeda dari biasanya. Entah kenapa hati ini tergerak saat melihat maraknya kenakalan remaja yang terjadi di sekitar kita, ya di Indonesia. Tentunya kenakalan tersebut berdampak buruk di kalangan masyarakat.

Please deh. Banyak banget kasus yang terjadi di sekitar kita karena kenakalan remaja, mabuk-mabukan lah, minum-minum obat-obatan terlarang seperti narkotika, seks bebas, dan gak sedikit juga yang jadi korbannya orang lain. Please ini miris banget! Sejujurnya gue juga ngerasa takut.

Miris gak sih saat orang-orang yang sama sekali nggak mendidik jadi seorang idola, gue tau ini karena gue juga tau perkembangan trend di kalangan anak muda.

Sebagai contohnya, selebgram (gak bisa gue sebutkan namanya) pakaian dan gaya hidupnya mohon maaf urakan cenderung tidak senonoh. Lagu-lagunya yang sama sekali gak enak di telinga dengan liriknya dan pembawaannya yang membuat viral jadi favorit, bahkan style-nya jadi contoh style yang bagi mereka keren atau kekinian. Bahasanya campur aduk kebun binatang keluar. Snapgram dan update-annya yang menunjukan gaya hidup yang menyimpang, minuman keras yang terpampang nyata(?), rokok dan kepulan asap. Dan akhirnya mereka jadi panutan sebagian anak-anak remaja. Please, miris banget gue lihatnya.

Akibatnya apa? Karena tontonan negatif kaya gitu, sebagian anak remaja terjerumus kedalamnya. Btw bukan karena selebgram doang ya, itumah contoh aja.

Setelah gue baca beberapa artikel ternyata banyak juga anak yang dulunya nakal jadi orang sukses. Memang benar, banyak orang yang saat kecilnya nakal dan pada saat dewasa mereka sukses. Tapi pasti jauh lebih banyak juga orang sukses yang saat remajanya tertata atau sadar akan peraturan dan nilai nilai yang berlaku.

Suksesnya anak nakal saat masa tuanya atau bahkan di masa muda, itu ternyata bukan karena mereka melakukan kenakalan remaja. Tapi dalam artian mempunyai sifat atau sikap yang sulit diatur atau bandel di masa kecil. 

Jadi, bukan berarti saat lo nakal sekarang, suatu saat lo bisa sukses. 

“Mau nya apa sih ni orang-orang?” Mungkin itu juga yang terpikir di pikiran kalian. Hanya karena ingin telihat keren lo rela ngelakuin itu semua? Please, lo gak keren sama sekali!

Gue yakin lo juga ngerasain hal yang sama dengan gue dears. Kesel banget pokoknya.

Sebenernya apasih definisi kenakalan remaja? Dalam KBBI (Kamus besar bahasa Indonesia) nakal dapat diartikan: 1. a suka berbuat kurang baik (tidak menurut, mengganggu, dsb, terutama bagi anak-anak).

Kenakalan yang dibuat oleh anak-anak itu adalah hal yang wajar. Namun, jika kenakalan remaja itu tentu saja bukan hal yang wajar. Seorang anak, dalam waktu ke waktu pasti akan berangsur-angsur ia sadar atas kenakalannya dan dia akan memilih untuk sadar atau bahkan meningkatkan kenakalannya (apaan nih). Berbeda dengan kenakalan remaja, mereka melakukan hal yang tidak wajar secara sadar. Karena remaja merupakan fase dimana anak-anak menuju dewasa.

Dilansir oleh wikipedia, Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa.

Nakal Aja Dulu, Sukses Ada Waktunya. Yakin?

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Bentuk kenakalan remaja membuat gue yang juga sama seorang remaja miris mendengarnya. Lo sebagai anak remaja gak miris juga dengernya? 

Memang, menurut informasi yang dilansir di beberapa artikel, penyebab kenakalan remaja bukan hanya datang pada dirinya sendiri, melainkan karena beberapa faktor,

Faktor internal

  1. Krisis identitas: Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
  2. Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya

Faktor Eksternal

  1. Di lingkungan keluarga, seperti perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja.
  2. Pendidikan yang salah di keluarga pun, gaya hidup yang berlebihan, uang saku yang tidak sesuai, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
  3. Kurangnya pendidikan agama (moral)
  4. Di sekolah, atau hubungan dengan teman sebaya yang kurang baik
  5. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik juga berpengaruh.

Jika lo dalam keadaan keluarga yang baik-baik saja dan pendidikan lo diperhatikan dengan baik lo harus bersyukur. Jika lo seorang anak broken home. Never give up dear. Jangan lampiaskan semua kekesalan lo dengan hal yang gak baik.

Sekarang gini, apa wajar seorang pelajar merokok, tawuran antar pelajar, bolos sekolah, kabur-kaburan, seks bebas, bergabung dengan genk motor, dsb. Itu wajar? Sama sekali enggak!

Yuk ambil sisi positif dalam segala sesuatu.

Nakal Aja Dulu, Sukses Ada Waktunya. Yakin?

Nakal Aja Dulu, Sukses Ada Waktunya. Yakin?
Jangan Sampe Kayak Gini :v

Sudah saatnya kita para remaja sadar. Kita sebagai anak muda akan menjadi bagian penerus bangsa di kemudian hari. Buat apa sih orang tua susah-susah cari uang buat nyekolahin kita semua? Biar kita bener, biar kita jadi terpelajar kan? Pendidikan itu penting. Buat apa guru PPKN berulang-ulang dari SD sampe SMA materi tentang hak dan kewajiban terus-terusan diulang-ulang, kalo bukan agar lo sadar akan semua peraturan yang berlaku.

“Ngapain belajar PPKN, gua sama sekali gak tertarik. Gua gak ada niatan jadi wakil rakyat. Presiden udah ada, polisi udah ada, gua mah jadi masyarakat biasa aja.”

Meskipun di sekolah lo gak suka sama pelajaran PPKN, seengganya sebagai pelajar yang terpelajar lo harus bisa menjadi bagian dari orang yang menegakkan ketertiban di lingkungan sendiri. Meskipun saat ini lo punya presiden, lo tetep harus turut andil dalam ketertiban umum. Karena itu sudah kewajiban kita sebagai warga negara yang baik.

Kalo kata temen gue, hidup itu simpel, jalani apa yang harus dijalani. Patuhi apa yang harus dipatuhi.

Yakin lo mau sukses karena kenakalan?

“Gapapa nakal, mumpung masih muda. Pas tua baru nakal kan berabe urusannya.”

Karena masih muda itulah, lo seharusnya sadar akan peran lo sebagai anak muda. Kita itu penerus bro. Lo mau anak-anak lo sama kayak lo yang urakan? Enggak kan? Gak ada orang tua yang bakal ngebiarin anaknya terjerumus pada suatu hal yang baik.

Kesuksesan gak bakalan datang begitu aja. Sukses itu perlu proses dan sikap yang tepat. Ada kata-kata yang gue suka dalam salah satu buku, yang ditulis oleh Shiv Khera:

How is Life Full of Choices?

When we eat too much, we make a choice to be overweight. When we drink too much, we make a choice to have a headache the next day. If you drink and drive, you make a choice to risk being killed or killing someone in an accident. When we ill treat people, we make a choice to be ill treated in return. When we don’t care about other people, we make a choice not to be cared for by other people.

Mungkin nyambung nggak nyambung tapi gue sambungin aja. Itu keren.

Lo punya banyak pilihan dalam hidup. Setiap pilihan pasti punya konsekuensinya masing-masing. Lo tinggal pilih, lo pengen sukses kan?

Pilihan itu kayak saat lo milih merokok, lo harus tau konsekuensinya tertulis dalam kemasan rokok itu. Lo pilih seseorang yang mabuk buat menyetir mobil yang lo tumpangi, lo tau konsekuensinya itu keselamatan lo sebagai penumpang dalam mobil itu.

Sama kayak milih jalan hidup. Lo tau sendiri apa konsekuensinya. Jalan hidup normal, atau sebaliknya.

Mending saat lo nakal suatu saat lo sadar, tapi kalo gak ada waktu buat memperbaiki diri? Lo gak bisa apa-apa. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati? Sebelum lo ngerusak hidup lo. Berhenti dari segala hal negatif itu.

Ayo kita pilih pergaulan yang baik dimana disana lo bisa dapat jalan yang baik buat masa depan lo. Lingkungan yang tepat, orang yang tepat, dan gaada salahnya lo beda dari orang lain, tapi beda lo harus dalam hal yang positif.

Nakal sih boleh tapi dalam hal yang positif ????

What is success? Series of positive choice is called success and series of negative choice ia called failure. (You can win by Shiv Khera)

Ayo kita menjadi bagian dari anak muda yang sadar akan norma-norma yang ada. Jadilah pelopor untuk terbentuknya Indonesia yang lebih baik. ????

Gue juga ngerasa sebagai anak muda belum berbuat apa-apa untuk negara ini. Tapi apa salahnya kita mencari lingkungan yang baik dan berbagi hal positif kan?

Udah, gitu aja sih dari gue yang juga sedang mencari jati diri dan ingin mencapai kesuksesan. Ambil sisi positifnya ya fellas. Good luck!!

Baca juga:

Nakal Aja Dulu, Sukses Ada Waktunya. Yakin?

13 thoughts on “Nakal Aja Dulu, Sukses Ada Waktunya. Yakin?”

  1. Nakal dulu baru sukses itu cuma kata-kata seorang pecundang. Kenyataannya transisi dari nakal ke sukse itu gak semudah membalikan telapak tangan. Keren postingannya! Semoga bisa menyadarkan anak muda yang sedang tersesat…

  2. Saya juga sama dulunya nakal (hehe). Dulu saya juga demen banget yang namanya berantem, ngerokok (cuma sekali, itu juga bekas orang), atau liat film You-know-what. Kata mereka itu keren, gaya anak zaman sekarang. Tapi saya yang sekarang udah sadar, kalo yang saya lakukan dulu gak ada gunanya. Kalo saya bisa balik lagi ke masa lalu, rasanya pengen saya ngebacok diri saya yang dulu :v

    Membaca artikel ini mengingatkan saya tentang diri saya yang dulu. Dan setelah membaca artikel ini, saya merasa bersyukur dengan diri saya yang sekarang 🙂

    BTW, komentarnya kepanjangan :v

  3. Biasanya yang berpikiran kaya gitu nakal dulu baru sukses pemikiran orang yang sangat pendek sekali, sukses itu butuh proses kalau proses daei awalnya udah gak bener gimana hasilnya nanti
    Nice artikel bro

  4. Setuju…????, emang sih.. Kadang suka sedih.. Liat tmn pada gitu.., orang yg gak bnr aja di idolain.. Ya.. Gitulah… Intinya???????? (hehe)bagus artikelnya suka banget ???? ???? ????

  5. Generasi makan bang ya hahaha
    Baru-baru ini ane juga gabung ke grup anak-anak muda (red: sd, smp, sma) ya Allah udah pada ngomongin sex, segala ngomongin pacaran serius. Ane yang udah tua begini bahkan mau serius aja mikir dulu, soalnya hidup berpasangan nggak cuma butuh cinta, tapi butuh hal lain juga. Udah gitu suka sekali debate tapi ndak suka baca, kalau dikasih tau bilangnya “biar yang penting jadi diri sendiri.” Ampun dah -.-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.